Nasib Bule dengan Baju Mirip Logo PKI - JKW-TGB

Nasib Bule dengan Baju Mirip Logo PKI

Indonesia adalah negara dengan rakyat yang sangat menghargai alasan. Nyaman, tentram dan dengan penduduk mayoritas ber-Agama rahmatallilaamin. Ketika tamu asing asal Prancis tidak tau tentang Komunis dan larangangannya di Indonesia, maka inilah nasibnya.

Sebagaimana yang diberitakan Liputan6.com, seorang turis asal Prancis, Fusliier Mathieu, diamankan sekuriti Taman Wisata Candi Borobudur lantaran menggunakan kaus bergambar palu arit. Mathieu diamankan ketika hendak memasuki pintu masuk Taman Wisata Candi Borobudur (TWCB).

Mathieu lalu diinterogasi oleh anggota TNI dengan meminta bantuan seorang guide wisata bernama Mura. Saat ditanya, mengapa menggunakan kaus palu arit, Mathieu mengaku tidak tahu sama sekali jika logo itu sangat dilarang di Indonesia.

“Saya tidak tahu kalau di Indonesia, gambar palu arit dilarang dan merupakan simbol partai terlarang, karena kalau di Vietnam kaus yang bergambar palu arit tersebut bebas dijual dan dipakai. Saya membeli kaus tersebut di Vietnam dengan harga US$ 3. Saya dari Vietnam terus ke Candi Borobudur dan rencana melanjutkan ke Bali,” ungkapnya.

Setelah mediasi, Mathieu dengan senang hati menyerahkan kaus berlambang palu arit itu ke pihak keamanan. Ia juga mengaku tidak punya kepentingan apa pun terhadap PKI. Ia hanya tidak tahu dan itu satu-satunya baju yang ia beli dari Vietnam. Maka sebagai gantinya, pengelola TWCB memberi Mathieu kaus warna biru bergambar Candi Borobudur.

Baca : Ekspresi Jihad

Mathieu dilepaskan karena pihak keamanan menilai tidak ada hal-hal yang perlu dikhawatirkan. Ia meninggalkan pos keamanan candi tanpa pengawalan dari pihak keamanan candi dan melanjutkan naik ke  Borobudur lagi karena belum sempat berfoto. Turis 39 tahun itu mengaku datang sendiri ke Indonesia. Tak ada seorang pun yang memberitahunya jika lambang palu arit sangat terlarang di Indonesia.

Dilepaskannya tamu tersebut menunjukkan bahwa Islam itu sesungguhnya penuh dengan toleransi, Islam tidak main hakim sendiri. Islam taat hukum negara. Lalu siapa yang memojokkan Islam sehingga membuat ummat Islam marah habis-habisan beberapa tahun terakhir ini?. Maka disinilah peran pemerintah dengan segala kebijakannya dalam menghadapi isu yang membuat kacau selama ini.

Ulasan diatas sama sekali tidak membahas apalagi menyinggung soal SARA, hanya saja sebagai bahan renungan bahwa dengan kejadian itu dan bebasnya tamu tersebut tanpa keributan, hanya untuk mendakwahkan para haters Islam bahwa Ummat Rasululullah Muhammad SAW adalah ummat paling damai.  Ummat Islam tak kan pernah membuat keributan jika macan tidak diganggu. 

Dari LIPUTAN6

No comments

Powered by Blogger.